Stimulus Lebaran Disiapkan, Pemerintah Fokus Dorong Konsumsi dan Mobilitas

oleh -1 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menyiapkan berbagai paket insentif untuk mendukung mobilitas masyarakat serta menjaga daya beli selama periode Ramadan dan libur Lebaran 2026.

Insentif tersebut mencakup diskon tarif transportasi, potongan tarif tol, hingga penyaluran bantuan sosial pangan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional.

banner 336x280

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, stimulus Lebaran 2026 tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni pemberian diskon transportasi sekaligus pengguliran program bantuan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Pemerintah telah menargetkan jumlah serta skema diskon untuk berbagai moda transportasi, mulai dari kereta api, transportasi laut, penyeberangan ASDP, hingga penerbangan.

“Kita sudah mentargetkan jumlah-jumlahnya mulai dari yang kereta api, kemudian yang laut, penyeberangan ASDP, dan udara. Konsep skemanya hampir sama yang lalu,” tegas dia.

Terkait insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPNDTP) untuk tiket pesawat, Susiwijono menyebut pemerintah menginginkan skema yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal tersebut didasarkan pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan Produk Domestik Bruto (PDB).

“BPS itu berapa kali merilis data PDB, ternyata mobilitas orang itu kontribusinya besar. Karena itu kita tetap ingin mengusulkan. Bahkan kalau bisa, misalkan pesawat kan waktu itu antara 13-14 persen, ada yang 16 persen. Kita mengusulkan kalau bisa lebih lagi. Tapi dengan alternatif usulan banyak lah,” ungkapnya.

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah telah menetapkan target anggaran insentif dan diskon untuk periode Ramadan dan Lebaran Idulfitri 2026.

“Kisarannya Rp13 triliun,” kata Airlangga.

Ia menjelaskan, paket kebijakan tersebut secara umum akan mencakup diskon transportasi, potongan tarif tol, serta penyaluran bantuan sosial pangan berupa beras dan Minyak Kita.

Kendati demikian, rincian lebih lanjut mengenai besaran masing-masing insentif masih dalam tahap pematangan.

“Seperti sebelumnya. Kemudian mungkin jumlahnya (insentif) akan lebih banyak, akan lebih besar,” ujar Airlangga.

Dengan berbagai capaian tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk kembali menyiapkan insentif selama libur Lebaran 2026 sebagai bentuk kehadiran negara dalam memfasilitasi mobilitas masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

[w.R]

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *