Pemerintah Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca Cegah Banjir Susulan di Aceh dan Sumatra

oleh -8 Dilihat
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memastikan bahwa pengesahan RUU Pilkada batal dilakukan dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pilkada akan tetap berlaku. Hal ini juga akan diterapkan pada pendaftaran calon kepala daerah pada 27 Agustus 2024. Keputusan MK tersebut mengabulkan gugatan dari Partai Buruh dan Partai Gelora. Pembatalan pengesahan RUU Pilkada dan dukungan pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) adalah langkah positif bagi demokrasi di Indonesia. Keputusan ini menjunjung tinggi supremasi hukum dan menghormati hasil judicial review MK yang mengakomodasi gugatan Partai Buruh dan Partai Gelora. Penerapan putusan MK saat pendaftaran calon kepala daerah pada 27 Agustus 2024 memastikan bahwa hak-hak konstitusional tetap terlindungi dan proses demokrasi berjalan sesuai aturan yang berlaku. Keputusan ini juga menunjukkan bahwa DPR mampu mendengarkan aspirasi masyarakat dan menghindari pembahasan kilat yang berpotensi merugikan. Walaupun RUU Pilkada telah memicu perdebatan, dengan pembatalannya, DPR menunjukkan komitmen terhadap proses yang lebih transparan dan inklusif. Rencana pengesahan yang batal karena tidak memenuhi kuorum pun menjadi cerminan pentingnya proses yang melibatkan semua pihak. Walaupun demikian, aksi unjuk rasa yang terjadi menunjukkan bahwa ada elemen masyarakat yang tetap waspada dan ingin memastikan proses pilkada berjalan adil. Kehadiran ribuan personel keamanan juga menunjukkan kesiapan aparat untuk menjaga ketertiban. Ini adalah momentum bagi semua pihak untuk bersama-sama memperkuat demokrasi dan memastikan bahwa Pilkada 2024 berlangsung dengan jujur, adil, dan sesuai dengan aspirasi rakyat.
banner 468x60

Jakarta, – Pemerintah Republik Indonesia terus mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mencegah terjadinya banjir susulan di Provinsi Aceh dan sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Pemerintah mengambil langkah ini sebagai respons atas tingginya curah hujan yang masih terjadi pada Januari 2026 serta kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih pascabanjir besar pada akhir tahun 2025. Melalui kebijakan ini, pemerintah berupaya melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelangsungan proses pemulihan di daerah terdampak bencana.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara aktif menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca dengan menggunakan pesawat khusus untuk melakukan penyemaian awan. Tim pelaksana menaburkan bahan semai seperti natrium klorida ke awan potensial di wilayah perairan dan area tertentu agar hujan turun lebih awal sebelum awan bergerak ke daratan. Hingga pertengahan Januari 2026, BNPB telah mengerahkan ratusan sortie penerbangan di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sebagai daerah prioritas penanganan.

banner 336x280

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa pemerintah menjalankan OMC berdasarkan analisis dan peringatan dini cuaca dari BMKG. Ia menjelaskan bahwa pemerintah memanfaatkan modifikasi cuaca sebagai langkah preventif untuk menekan risiko hujan ekstrem yang dapat memicu banjir susulan.

“Upaya ini membantu pemerintah menjaga kelancaran distribusi bantuan, mempercepat pembangunan hunian sementara, serta melindungi infrastruktur vital yang sedang dalam tahap pemulihan”, jelasnya.

Data BNPB menunjukkan bahwa banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra pada akhir 2025 berdampak pada ratusan ribu warga. Di Provinsi Aceh, beberapa kabupaten seperti Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang masih menghadapi ancaman genangan akibat kapasitas sungai yang belum kembali normal. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus mempercepat rehabilitasi dengan memperbaiki tanggul, membersihkan sungai, membangun jembatan darurat, serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyampaikan bahwa pemerintah daerah secara aktif mendukung langkah pemerintah pusat dalam melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca. Ia menyebutkan bahwa operasi ini memberikan dampak positif dalam menurunkan intensitas hujan dan membantu daerah mengendalikan potensi banjir susulan.

“Masyarakat Aceh agar tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari pemerintah, dan berpartisipasi menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana”, tegasnya.

Pemerintah menegaskan bahwa mereka akan terus melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca selama potensi cuaca ekstrem masih berlangsung. Melalui koordinasi yang kuat antara BNPB, BMKG, TNI Angkatan Udara, dan pemerintah daerah, pemerintah berkomitmen menjalankan mitigasi bencana secara aktif, terpadu, dan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi nasional dalam menghadapi peningkatan risiko bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *