Lebaran 2026, Pemerintah Gelontorkan Rp 12,83 Triliun untuk Diskon Transportasi hingga Bansos

oleh -1 Dilihat
banner 468x60

Jakarta, Selama periode libur Lebaran 2026, pemerintah menggulirkan sejumlah insentif strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong daya beli masyarakat. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah antisipatif pemerintah dalam menghadapi peningkatan mobilitas, konsumsi, dan aktivitas ekonomi yang biasanya melonjak saat momen Idulfitri. Insentif tersebut dirancang agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan lebih tenang, sekaligus memastikan roda perekonomian tetap bergerak secara sehat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp 12,83 triliun untuk paket stimulus ekonomi kuartal I-2026. Paket stimulus itu meliputi diskon tiket transportasi, potongan tarif jalan tol, serta bantuan sosial (bansos).

banner 336x280

“Kita menyiapkan paket stimulus yang mencerminkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kita menyiapkan Rp 12,83 triliun untuk diskon transportasi selama libur lebaran, termasuk juga diskon tiket pesawat,” ujarnya.

Di sektor energi, pemerintah juga memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan bakar serta listrik selama libur Lebaran. Stabilitas pasokan menjadi fokus utama agar aktivitas masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah, tidak terganggu. Dengan jaminan distribusi yang lancar, pemerintah berharap tidak terjadi lonjakan harga yang dapat memicu inflasi musiman.

Selain itu, insentif turut diarahkan untuk menjaga stabilitas harga pangan. Pemerintah memperkuat pengawasan distribusi serta melakukan intervensi pasar guna memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang wajar. Upaya ini penting mengingat lonjakan permintaan bahan pangan selama Lebaran kerap menjadi pemicu kenaikan harga di sejumlah daerah.

Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menjelaskan di sisi ekonomi makro, rangkaian insentif ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan konsumsi rumah tangga selama Lebaran menjadi salah satu penggerak utama ekonomi, sehingga kebijakan pemerintah diarahkan agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Dengan demikian, manfaat Lebaran tidak hanya dirasakan secara sosial dan budaya, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.

“Pemerintah berharap rangkaian insentif yang diberikan selama Lebaran dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Konsumsi rumah tangga yang meningkat pada periode ini menjadi penggerak penting perekonomian, sehingga kebijakan yang kami siapkan difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.

Melalui kebijakan insentif selama libur Lebaran 2026, pemerintah menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator yang memastikan perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung aman, nyaman, dan berdampak positif bagi kesejahteraan bersama. Jika ingin, saya bisa menyesuaikan rilis ini dengan sudut pandang kementerian tertentu, gaya rilis humas, atau ditambah kutipan pejabat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *