Jelang Ramadhan 1447 H, Indonesia Catat Sejarah Kepemilikan Properti di Mekkah

oleh -2 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA — Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, Indonesia mencetak sejarah sebagai negara pertama yang memperoleh izin kepemilikan properti di Mekkah dan Madinah untuk memperkuat pelayanan haji dan umrah.

Pencapaian tersebut terwujud melalui proyek Kampung Haji Indonesia yang dikelola BPI Danantara atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

banner 336x280

Pengelolaan itu ditandai dengan akuisisi Hotel Novotel Thakher dan lahan sekitar lima hektare di dekat Masjidil Haram.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan keistimewaan tersebut hanya diberikan kepada Indonesia.

“Kita negara yang pertama diberikan kesempatan untuk membeli properti yang ada di Kota Mekah dan Madinah. Tidak ada satu negara pun yang mendapatkan hal seperti ini selain di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Nasaruddin, peluang tersebut tidak terlepas dari kuatnya hubungan bilateral Presiden Prabowo dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

“Alhamdulillah karena Bapak Presiden mempunyai hubungan yang dekat dengan, sehingga diberikan kesempatan. Dan kita sudah mendapatkan lahan yang cukup luas,” lanjutnya.

Dari sisi pengelolaan investasi, CEO Danantara Rosan Roeslani menjelaskan proyek Kampung Haji Indonesia tengah memasuki tahap pematangan desain teknis sebelum konstruksi dimulai pada kuartal IV 2026.

“Iya, jadi rencananya kita akan membuat gambar lebih detail lagi. Target pada Q4 2026 kita sudah mulai pembangunan,” kata Rosan.

Kawasan terpadu tersebut dirancang mencakup 13 menara hotel beserta fasilitas kesehatan, masjid, dan sarana pendukung lain guna meningkatkan kenyamanan jemaah

Bukan hanya itu, namun seluruhnya juga bertujuan untuk semakin menekan biaya akomodasi jangka panjang, dengan nilai investasi kawasan Thakher City mencapai sekitar USD 1,2 miliar.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan keberhasilan akuisisi aset tersebut merupakan buah diplomasi intensif Presiden Prabowo yang mendorong perubahan kebijakan Arab Saudi sehingga membuka peluang kepemilikan properti bagi negara asing.

“Bapak Rosan melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding (lelang), dan kita telah sekarang memiliki hotel sendiri di Mekah, yang ini atas diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden,” ujar Prasetyo.

Kepemilikan properti strategis di Tanah Suci menegaskan komitmen pemerintah menghadirkan layanan haji dan umrah yang lebih bermartabat.

Lebih lanjut, langkah pemerintah tersebut juga menjadi simbol kehadiran negara dalam menjamin kenyamanan, efisiensi, dan kemandirian pelayanan bagi jemaah Indonesia menjelang Ramadhan. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *