Jakarta – Pemerintah terus mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan fiskal diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mendukung program pembangunan prioritas, serta menciptakan ruang bagi investasi produktif. Dalam strategi tersebut, peran APBN dipadukan dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan sektor swasta untuk memperluas sumber penggerak ekonomi.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan APBN memiliki fungsi strategis sebagai fiscal enabler atau pengungkit aktivitas ekonomi. Karena itu, belanja negara perlu diarahkan pada sektor yang memberikan dampak berkelanjutan, terutama melalui penguatan konsumsi masyarakat, investasi, dan ekspor.
“APBN harus ditempatkan pada sektor-sektor penting yang mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian, baik melalui penguatan konsumsi rumah tangga, peningkatan investasi, maupun perluasan ekspor,” ujar Suahasil.
Di sisi lain, Danantara memiliki fungsi berbeda dengan APBN. Danantara ditempatkan sebagai katalis investasi yang mendorong pembiayaan proyek strategis dengan orientasi investasi dan keuntungan. Kolaborasi keduanya dinilai menjadi bagian dari pendekatan baru dalam pengelolaan ekonomi nasional.
“Kolaborasi APBN dan Danantara menjadi bagian dari pendekatan baru pengelolaan ekonomi. APBN dapat hadir pada titik-titik penting untuk memberikan dorongan awal, kemudian dampaknya diharapkan menyebar dan memperkuat aktivitas ekonomi secara lebih luas,” kata Suahasil.
Pemerintah juga membuka ruang lebih besar bagi sektor swasta bersama BUMN dan lembaga negara untuk menjadi penggerak pertumbuhan. Investasi diarahkan pada bidang strategis, seperti hilirisasi sumber daya alam, manufaktur bernilai tambah, infrastruktur digital, ketahanan pangan, energi, dan industrialisasi.
Penguatan investasi juga dilakukan Danantara melalui kerja sama dengan Thales Group, perusahaan teknologi dan pertahanan asal Prancis. Kemitraan tersebut mencakup pengembangan kecerdasan buatan, sistem pertahanan, teknologi digital, dan keamanan siber.
Managing Director Strategic Technology Initiatives, CTO Office Danantara Indonesia, Ricardo Irwan Rei, mengatakan pengembangan teknologi maju dapat memperkuat fondasi industri nasional.
“Indonesia mempunyai kesempatan besar untuk mempercepat pembangunan industri strategis berbasis teknologi yang akan menjadi bagian penting dari arah perekonomian nasional,” ujar Ricardo.
Menurutnya, investasi jangka panjang Danantara diarahkan untuk mempercepat transfer teknologi, membuka lapangan kerja berkeahlian tinggi, dan meningkatkan kemampuan industri dalam negeri.
Melalui pembagian peran tersebut, APBN tetap menjadi fondasi kebijakan fiskal, sementara Danantara dan sektor swasta memperkuat sisi investasi. Sinergi ketiganya diharapkan mendukung pembangunan produktif, memperkuat ketahanan ekonomi, serta memperluas manfaat pertumbuhan bagi masyarakat.












