Menjaga Kemurnian Aspirasi Mahasiswa dari Kepentingan Politik Praktis

oleh -1 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Alifia Setiani )*

Gerakan mahasiswa selama ini menjadi salah satu pilar penting dalam kehidupan demokrasi Indonesia. Melalui tradisi akademik yang kuat, mahasiswa mampu menghadirkan kritik, gagasan, dan solusi terhadap berbagai persoalan publik. Peran tersebut perlu terus dipertahankan agar aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kepentingan masyarakat, bukan dipengaruhi agenda politik praktis yang dapat mengurangi independensi gerakan mahasiswa.

banner 336x280

Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas dalam setiap aktivitas kemahasiswaan. Sikap kritis yang dibangun melalui kajian ilmiah akan memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan nasional sekaligus memperkuat kualitas demokrasi. Sebaliknya, apabila gerakan mahasiswa dipengaruhi kepentingan di luar kepentingan publik, fungsi mahasiswa sebagai kekuatan moral akan kehilangan makna.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mengingatkan seluruh pihak agar tidak memanfaatkan mahasiswa untuk kepentingan politik praktis maupun kepentingan tertentu dengan iming-iming materi. Menurutnya, masa perkuliahan merupakan fase penting bagi mahasiswa untuk membangun kapasitas intelektual, memperkuat idealisme, serta membentuk integritas sebagai bekal memimpin bangsa pada masa depan.

Pihaknya menyampaikan tindakan penunggangan aksi demo oleh kepentingan politik praktis dinilai dapat mencederai nilai-nilai independensi yang selama ini melekat pada gerakan mahasiswa. Lalu Hadrian Irfani berpandangan bahwa kondisi tersebut berpotensi menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang selama ini dikenal konsisten mengawal demokrasi dan kepentingan rakyat.

Demonstrasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat terhadap kebijakan publik. Hak tersebut, menurut Lalu Hadrian Irfani, harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan aspirasi yang lahir dari kesadaran intelektual, bukan karena dorongan kepentingan pihak tertentu maupun iming-iming materi.

Wakil Sekjen Partai Gerindra, Didi Mahardhika, juga memberikan perhatian serupa. Menurutnya, dampaknya berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap mahasiswa sebagai agen perubahan. Didi Mahardhika menilai kampus memiliki fungsi yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat memperoleh ilmu pengetahuan. Lingkungan akademik merupakan ruang pembentukan karakter, integritas, kejujuran, dan tanggung jawab sosial yang akan menentukan kualitas generasi penerus bangsa.

Universitas, menurut Didi Mahardhika, didirikan dengan semangat melahirkan generasi yang kritis, berintegritas, dan berpihak kepada kepentingan bangsa. Nilai-nilai tersebut perlu terus dijaga agar tidak tergerus oleh dinamika politik praktis yang dapat mengaburkan fungsi utama perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan.

Evaluasi terhadap berbagai dinamika yang berkembang di lingkungan kampus juga dinilai penting dilakukan agar marwah institusi pendidikan tetap terpelihara. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kembali budaya akademik yang menjunjung tinggi kejujuran, independensi, serta tanggung jawab moral.

Kritik terhadap pemerintah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Didi Mahardhika berpandangan bahwa kritik akan memberikan manfaat apabila disampaikan secara objektif, berbasis data, dan tidak dipengaruhi kepentingan politik praktis yang dapat menggeser tujuan utama gerakan mahasiswa.

Gerakan mahasiswa juga dinilai memiliki fungsi strategis untuk mengawasi, memberikan masukan, serta mengevaluasi pelaksanaan berbagai program pemerintah. Pendekatan tersebut akan menghasilkan hubungan yang konstruktif antara pemerintah dan kalangan akademisi sehingga setiap kebijakan dapat terus disempurnakan sesuai kebutuhan masyarakat.

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Bersatu melalui Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, turut mengingatkan pentingnya menjaga independensi gerakan mahasiswa dari berbagai bentuk intervensi eksternal. Organisasi tersebut menyampaikan adanya dugaan keterlibatan aktor politik praktis dalam sejumlah aksi demonstrasi yang menolak Program Makan Bergizi Gratis.

Intervensi politik terhadap gerakan mahasiswa dinilai berpotensi mengurangi kemurnian aspirasi yang seharusnya lahir dari proses kajian akademik. Kondisi demikian dapat menggeser fokus mahasiswa dari perjuangan memperjuangkan kepentingan rakyat menuju kepentingan kelompok tertentu.

Komitmen menjaga independensi gerakan mahasiswa kemudian ditegaskan kembali oleh BEM Bersatu melalui sikap organisasi yang menolak segala bentuk penunggangan politik praktis. Organisasi tersebut berpandangan bahwa mahasiswa harus tetap menjadi suara masyarakat yang bebas dari kepentingan elite politik.

Di sisi lain, independensi gerakan mahasiswa tidak berarti menghilangkan fungsi kritis terhadap pemerintah. Justru dalam sistem demokrasi, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kekuatan moral yang menyampaikan kritik secara objektif, berbasis data, dan berorientasi pada kepentingan publik. Oleh karena itu, menjaga gerakan mahasiswa tetap bebas dari kepentingan politik praktis menjadi prasyarat agar setiap aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kajian akademik serta mampu memberikan kontribusi bagi penyempurnaan kebijakan publik.

Pemerintah pada dasarnya membutuhkan kritik yang objektif sebagai bagian dari proses penyempurnaan kebijakan publik. Masukan yang disusun berdasarkan riset, data, dan argumentasi akademik akan membantu meningkatkan efektivitas berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan.

Kemurnian aspirasi mahasiswa akhirnya menjadi kepentingan bersama seluruh elemen bangsa. Kampus harus tetap menjadi ruang lahirnya pemikiran kritis yang independen, sedangkan mahasiswa perlu mempertahankan idealisme agar setiap gerakan benar-benar berorientasi pada kepentingan rakyat. Dengan komitmen tersebut, mahasiswa akan tetap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan nasional sekaligus menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

*) pemerhati sosial

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *