Ketahanan Energi Papua Digenjot lewat Penguatan SDM Hilir

oleh -1 Dilihat
banner 468x60

Jakarta — Ketahanan energi di Papua terus digenjot sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi dan pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia. Salah satu fokus utama yang kini diperkuat adalah pengembangan sumber daya manusia di sektor hilir energi.

Langkah ini dipandang strategis mengingat Papua memiliki potensi energi yang besar, namun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan dan distribusi energi secara berkelanjutan. Penguatan SDM hilir energi menjadi fondasi penting agar ketahanan energi Papua tidak hanya bertumpu pada ketersediaan sumber daya alam, tetapi juga pada kapasitas manusia yang mengelolanya.

banner 336x280

Ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar daerah masih menjadi tantangan, terutama bagi wilayah terpencil. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten dan berdaya saing.

Dalam konteks tersebut, penguatan SDM Papua dipandang sebagai investasi jangka panjang yang harus diperjuangkan secara kolektif. Ketua Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatra (KOMPASS), Arnoldus Sedik, menekankan pentingnya menempatkan manusia Papua sebagai pusat pembangunan.

“SDM Papua adalah kekuatan utama masa depan Papua. Jika kita ingin Papua maju dan bermartabat, maka investasi terbesar harus dimulai dari manusia Papua itu sendiri baik pendidikan, karakter, dan kepemimpinan,” ujar Arnoldus Sedik.

Pandangan ini sejalan dengan kebutuhan sektor hilir energi yang menuntut penguasaan keterampilan teknis dan manajerial secara berkelanjutan.

Pengembangan SDM hilir energi diarahkan melalui pendekatan terintegrasi antara pendidikan, pelatihan vokasi, dan penguasaan teknologi. SDM yang terlatih diharapkan mampu mengelola proses pengolahan, distribusi, serta pemeliharaan infrastruktur energi, sehingga potensi energi Papua dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.

Selain kompetensi teknis, penguatan SDM juga menekankan pembentukan karakter dan mentalitas generasi muda. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Dr. Ir. Elroy Koyari, menyoroti pentingnya tanggung jawab moral generasi muda Papua di tengah tantangan zaman.

“Oleh karena itu, peningkatan kualitas SDM Papua harus dibarengi dengan etos kerja, disiplin, kemampuan beradaptasi, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.” ungkap Elroy.

Nilai-nilai tersebut dinilai krusial agar SDM Papua mampu bersaing sekaligus berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Ketahanan energi Papua juga berkaitan erat dengan pembangunan infrastruktur hilir dan transisi menuju energi baru terbarukan. Penguatan SDM lokal menjadi kunci agar infrastruktur dan teknologi energi dapat dioperasikan secara mandiri dan berkelanjutan.

Dengan menempatkan pengembangan manusia sebagai prioritas, Papua diarahkan tidak hanya sebagai wilayah penghasil energi, tetapi juga sebagai pusat pengelolaan energi yang berdaya saing dan inklusif. **

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *