Meningkatkan Jaminan Kualitas Mutu Layanan, MBG Gunakan Beras Premium Bulog

oleh -1 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah terus melakukan upaya optimal untuk menjamin kualitas mutu layanan MBG. Kondisi tersebut untuk memastikan makan bergizi dapat dilaksanakan dengan baik dan terus meningkat sesuai harapan masyarakat.

Untuk mengejar target peningkatan mutu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG saat ini sudah menggunakan beras premium Bulog. Direktur Pemasaran Perum Bulog, Febby Novita, menjamin bahwa pasokan beras tersebut stabil, termasuk ketika belum memasuki musim panen.

banner 336x280

“Sebenarnya kalau MBG itu ya, untuk beras premiumnya itu udah banyak. Jawa Timur tuh sebagian SPPG tuh sudah pakai. Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan tuh banyak banget. Memang belum terekspos saja gitu ya,” ujar Febby di Jakarta Barat, (1/2/2026).

Febby menyampaikan bahwa stok beras premium Bulog tetap bisa memenuhi kebutuhan nasional, meski banyak permintaan dari SPPG untuk pelaksanaan MBG.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) produksi beras nasional mencapai sekitar 34 juta ton, sementara untuk konsumsi berada di kisaran 31 juta ton.

“Aman (stok). Kan gini loh, produksi Indonesia tuh kalau lihat data BPS itu kan 34 juta (ton) ya, konsumsi kita 31 (juta ton), masih surplusnya banyak banget. Bahkan Bulog tahun ini ditugaskan 2 juta ton,” jelas Febby.

Secara nasional stok beras premium aman meskipun memasok MBG untuk kebutuhan massal. Di sisi lain, pemerintah juga telah menghitung, program MBG cenderung menggeser konsumsi beras rumahan dengan volume tertentu ke dapur yang dikelola SPPG.

Lebih lanjut Febby menyampaikan “Jadi sebenarnya konsumsinya segitu juga. Konsumsinya 31 (juta ton), artinya masih surplus kalau kita lihat angka produksi dari BPS. Jadi aman sih, apalagi stok Bulog banyak kan,”

Sebelumnya penggunaan beras premium untuk kebutuhan MBG juga di konfirmasi oleh Badan Gizi Nasional. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan ada SPPG di daerah terpencil yang menggunakan beras dari Perum Bulog untuk program MBG.

“Daerah-daerah yang kesulitan suplai (pakai) Bulog, sudah (mulai),”
Pemerintah mentarget penerima manfaat MBG mencapai 82,9 juta di tahun 2026.

Data dari Kemenko Bidang Pangan mencatat jangkauan MBG sampai pada akhir Januari 2026 mencapai lebih dari 60 juta penerima manfaat. Sedangkan serapan tenaga kerja mencapai sekitar 1 juta pekerja untuk memenuhi layanan SPPG.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut bahwa MBG sebagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto sampai akhir Januari 2026 telah menjangkau 60 juta penerima manfaat dan menyerap 1 juta tenaga kerja melalui layanan SPPG.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *